Polemik Pemecetan Helmy Yahya, Sejumlah Karyawan TVRI Segel Ruangan. Dewas: Itu Penggiringan Opini

Ketua Dewas TVRI Arif Hidayat mengatakan, penyegelan yang dilakukan sejumlah karyawan TVRI terkait pemecatan Helmy merupakan upaya penggiringan opini

ANTARAFOTO/PUSPA PERWITASARI
Ketua Dewan Pengawas Lembaga Penyiaran Publik TVRI Arief Hidayat (kanan) bersama anggota Maryuni Kabul Budiono (tengah) dan Made Ayu Dwie Mahenny (kiri) mengikuti rapat dengar pendapat dengan Komisi I DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (21/1/2020). Rapat tersebut untuk mendapat kejelasan dari Dewan Pengawas TVRI tentang perkembangan penyelesaian masalah pemberhentian Direktur Utama LPP TVRI Helmy Yahya. FOTO ANTARA/Puspa Perwitasari/ama. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA - Sejumlah karyawan Televisi Republik Indonesia (TVRI) sempat menyegel ruangan Dewan Pengawas (Dewas) televisi milik pemerintah tersebut.

Itu merupakan reaksi negatif sejumlah karyawan atas pemecetan Helmy Yahya dari kursi Direktur Utama (Dirut) TVRI.

Mengenai hal ini, Ketua Dewan Pengawas (Dewas) TVRI, Arif Hidayat Thamrin, angkat bicara.

Pemecatan Dirut TVRI Terkait Siaran Liga Inggris? Helmy Yahya Melawan, Tulis Pembelaan 1200 Halaman

Susi Pudjiastuti Sebut Ada Keterlibatan PNS dan Penegak Hukum dalam Praktik Pencurian Ikan

Kapal Pinisi Wartawan Istana di Labuan Bajo Terbalik, Semua Penumpang Selamat

Hari Ini Tribunbanyumas.com Diluncurkan Gubernur Ganjar dan Bupati Banyumas Achmad Husein

Ia mengatakan, penyegelan yang sempat dilakukan sejumlah karyawan TVRI terkait pemecatan Helmy Yahya merupakan upaya penggiringan opini.

Ia menilai penyegelan di ruang Dewas TVRI itu cara agar menarik simpati media.

"Walau pun ada yang menyegel dan sebagainya, saya rasa itu penggiringan opini, yang sifatnya adalah untuk mendapat simpati di media," kata Arif di dalam rapat dengan Komisi I DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (21/1/2020).

Direktur Utama LPP TVRI nonaktif Helmy Yahya didampingi sejumlah Direksi LPP TVRI dan kuasa hukum berbicara kepada wartawan terkait pemberhentian dari jabatannya oleh Dewan Pengawas LPP TVRI saat menggelar konferensi pers di Jakarta, Jumat (17/1/2020). Helmy Yahya menyampaikan sejumlah poin pembelaan terkait pemberhentiannya dari Dirut LPP TVRI dan akan menempuh jalur hukum untuk menindaklanjuti kasus tersebut.
Direktur Utama LPP TVRI nonaktif Helmy Yahya didampingi sejumlah Direksi LPP TVRI dan kuasa hukum berbicara kepada wartawan terkait pemberhentian dari jabatannya oleh Dewan Pengawas LPP TVRI saat menggelar konferensi pers di Jakarta, Jumat (17/1/2020). Helmy Yahya menyampaikan sejumlah poin pembelaan terkait pemberhentiannya dari Dirut LPP TVRI dan akan menempuh jalur hukum untuk menindaklanjuti kasus tersebut. (TRIBUNNEWS.com/HERUDIN)

Regional Newspaper Director Tribun, Febby: TribunBanyumas.com Mata Lokal Menjangkau Nasional

Arif menegaskan Dewas TVRI bekerja sesuai tugas dan fungsi.

Ia pun mengutip pernyataan Menkominfo Johnny G Plate yang mengatakan pengangkatan dan pemberhentian Direktur Utama merupakan hak Dewas.

Selain itu, Arif menegaskan, pemberhentian tersebut telah sesuai dengan peraturan yang ada.

10 Orang Tewas dan 17 Luka-luka Karena Selfie di Atas Jembatan Gantung, Begini Kronologinya

"Kami ini bukan selebritas, kami hanya menjalankan tugas," tuturnya.

"Mengutip pernyataan Pak Johnny Plate, pertama, Dewas punya kewenangan.

Sudah dilalui dengan sesuai peraturan," kata Arif.

Selain Wartawan Kapal Pinisi yang Terbalik di Labuan Bajo Juga Ditumpangi Warga Lain

Oleh karena itu, Arif meminta pemecatan Helmy Yahya dari jabatan Dirut tak dikaitkan dengan reputasi para Dewas secara pribadi.

Ia mengatakan pergantian pimpinan di sebuah lembaga merupakan hal yang tak bisa dibantah.

"Pergantian pimpinan lembaga hal biasa.

Gubernur Khofifah Berharap Predator Seks Ketua Gay Tulungagung Dijatuhi Hukuman Berat

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved