Breaking News:

Pemecatan Dirut TVRI Terkait Siaran Liga Inggris? Helmy Yahya Melawan, Tulis Pembelaan 1200 Halaman

Polemik pemecatan Dirut TVRI Helmy Yahya terus menggelinding. Ini diduga terkait pembelian hak siar Liga Inggris. Helmi tulis pembelaan 1200 halaman

Tribunnews.com/Jeprima
Helmi Yahya 

Hal itu berimbas pada honor karyawan tidak terbayar tepat waktu hingga produksi siaran tidak mencapai target karena tak ada anggaran.

Arief Hidayat Thamrin menyebut, Direksi TVRI pimpinan Helmy bermasalah karena sempat 6 kali terlambat membayar honor Satuan Kerabat Kerja (SKK) ke karyawan dalam rentang waktu Mei-Desember 2018.

”Terjadi 6 kali keterlambatan pembayaran SKK, sehingga mengganggu kesejahteraan karyawan. Enam kali terlambat dalam periode dari Mei 2018 sampai Desember 2019,” ujar Arief di kantornya, Jumat (17/1).

Jadwal Final Indonesia Masters 2020, Marcus/Kevin Jumpa Ahsan/Hendra, Tuan Rumah Tempatkan 4 Wakil

Akibat keterlambatan itu, TVRI berutang honor SKK kepada karyawan hingga Rp 7,6 miliar di 2018. Arief mengatakan, utang tersebut baru dibayarkan pada Maret 2019.

”Keterlambatan bahkan 2018 terjadi utang SKK senilai Rp 7,6 miliar. Baru terbayar di bulan Maret 2019,” bebernya.

Meski demikian menurut Arief, masih ada penunggakan pembayaran SKK di Desember 2019.

Jejak Raja Keraton Agung Sejagat Toto Santoso, Pernah Hebohkan Dieng hingga Tinggal di Pinggir Rel

”Nah, kalau yang terakhir ini (2019) masih ada tunggakan tapi nilainya minor. Terakhir Desember 2019 masih ada yang tertunggak tapi nilainya minorlah, Rp 185 juta,” ujarnya.

Arief menjelaskan hal itu menjadi penyebab masalah antara direksi dan karyawan. Arief mengaku pihaknya telah dua kali memberi teguran kepada Helmy. Namun keterlambatan pemberian SKK itu masih terulang.

”Sudah (berbicara dengan Helmy), kami kan sudah ada pembinaan, ada teguran satu, teguran dua.

Selain Darah Tinggi, Ini 11 Efek Buruk Kesehatan dari Gampang Marah

Keterlambatan itu kan terjadi berulang-ulang, padahal kita sudah beritahu berulang-ulang juga. Kalau ibaratnya manajemen yang benar, diperbaiki, dan jangan terlambat lagi,” kata Arief.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved