Breaking News:

Ngaku Jadi Nabi Terakhir, Sholat Zakat Puasa Tak Wajib, Paruru Banyak Pura-puranya saat di Penjara

Laporan ini dilakukan dengan alasan dikhawatirkan Paruru akan menyebarkan lagi ajaran tersebut

Editor: muslimah
MUH. AMRAN AMIR
Paruru Daeng Tau, warga asal Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan yang juga pimpinan organisasi Lembaga Pelaksana Amanah Adat dan Pancasila (LPAAP) di Tana Toraja yang selama ini meresahkan warga muslim Toraja dengan ajaran yang dianut dinilai sangat bertentangan dengan kaidah dan ajaran islam yakni mengaku sebagai nabi terakhir kini resmi mendekam di rumah tahanan Polres Tana Toraja, Jumat (17/01/2020) 

TRIBUNBANYUMAS.COM - Paruru Daeng Tau, warga Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, ditangkap dan dijadikan tersangka karena mengaku sebagai nabi terakhir, Rabu (15/1/2020).

Diketahui, ajaran Paruru dinilai menyimpang dari ajaran Islam.

Paur Humas Polres Tana Toraja Aiptu Erwin mengatakan, saat dalam tahanan, Paruru sempat beralasan sakit hingga meronta.

Polisi membawanya ke rumah sakit untuk menjalani perawatan.

Namun, saat tiba di rumah sakit dan usai diperiksa dokter, ternyata ia berbohong.

"Dokter mengatakan bahwa Paruru tidak sakit, ia hanya alasan atau berbohong. Hari ini kondisinya juga sehat,” ujar Paur Humas Polres Tana Toraja Aiptu Erwin, Jumat (17/1/2020).

Hingga kini Paruru masih ditahan di Rutan Mapolres Tana Toraja.

Sebelumnya diberitakan, MUI Tana Toraja secara resmi melaporkan Paruru pada Senin (2/12/2019) dengan dugaan penistaan agama.

Laporan ini dilakukan dengan alasan dikhawatirkan Paruru akan menyebarkan lagi ajaran tersebut.

Kasat Reskrim Polres Tana Toraja AKP Jon Paerunan mengatakan, saat ini para pengikut ajaran itu diberikan tausiyah untuk kembali ke ajaran Islam yang sebenarnya.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved