Polisi Periksa Rekening atas Nama Toto Santoso Raja Keraton Agung Sejagat, Terungkap Isi Saldonya

Sementara itu, polisi juga memeriksa saldo dalam rekening Raja Keraton Agung Sejagat Sinuhun Totok Santoso Hadiningrat

Penulis: iwan Arifianto | Editor: muslimah
Tribunbanyumas.com/Permata Putra Sejati
Salah satu punggawa kerajaan saat menjaga batu besar yang dianggap sebagai prasasti Kerajaan Keraton Agung Sejagat, pada Senin (13/1/2020). 

Polisi membeberkan saldo rekening atas nama Toto Santoso

Selain itu juga banyak disita rekening lain

Ini Pengakuan lengkap Raja dan Ratu Keraton Agung Sejagat setelah ditangkap


TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG -  Keraton Agung Sejagat (KAS) ternyata tak hanya didirikan di Purworejo, namun juga ada di daerah lain di Jawa Tengah.

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Iskandar Fitriana, Kamis (16/1/2020) mengungkapkan,  Keraton Agung Sejagat tidak hanya ada di Purworejo, namun juga ada di Klaten dengan nama kerajaan serupa.

Namun yang di Klaten jumlah pengikutnya lebih sedikit.

"Ini perkembangan terakhir yang kami peroleh dan terus akan kami dalami," ujarnya.

Warga yang penasaran dengan Keraton Agung Sejagat (KAS) Purworejo, masih memadati area sekitar keraton. Meski penasaran, warga tak boleh melintasi police line yang telah dipasang petugas kepolisioan.
Warga yang penasaran dengan Keraton Agung Sejagat (KAS) Purworejo, masih memadati area sekitar keraton. Meski penasaran, warga tak boleh melintasi police line yang telah dipasang petugas kepolisioan. (TribunBanyumas.com/Permata Putra Sejati)

Menurut Iskandar, Raja dan Ratu Keraton Agung Sejagat yakni Toto Santoso atau Sinuhun Totok Santoso Hadiningrat dan Fanni Aminadia atau Kanjeng Ratu Dyah Gitarja, tetap kukuh mengakui sebagai pimpinan kerajaan tersebut.

"Menurut saya itu wajar saja mereka masih mengakui sebagai Raja dan Ratu lalu masih meyakini bahwa kerajaan itu benar," bebernya.

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Iskandar Fitriana.
Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Iskandar Fitriana. (Istimewa)

Kendati demikian, Iskandar mengungkapkan mayoritas para anggota KAS setelah terjadi penangkapan terhadap Raja dan Ratu, mereka mengakui bahwa mereka menyesal.

"Selepas kejadian ini mereka sadar bahwa Kerajaan itu tidak benar," jelasnya.

Sementara itu, polisi juga memeriksa saldo dalam rekening Raja Keraton Agung Sejagat Sinuhun Totok Santoso Hadiningrat.

"Setelah pemeriksaan buku rekening atas nama Totok hanya sejumlah Rp 20 jutaan, sedangkan uang tunai yang disita saat penangkapan senilai Rp 16,2 juta," ungkap 

Iskandar melanjutkan dari segi keuangan, kerajaan bodong tersebut masih terus diperiksa.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved