Minggu, 26 April 2026

Video Penemuan Candi di Purbalingga

Warga menamakan situs tersebut dengan Candi Wurung. Situs itu berupa tumpukan batu persegi

TRIBUNBANYUMAS. COM, PURBALINGGA - Berikut video penemuan candi di Purbalingga

Warga Desa Ponjen Kecamatan Karanganyar Kabupaten Purbalingga temukan situs diduga candi di wilayahnya.

Warga menamakan situs tersebut dengan Candi Wurung. Situs itu berupa tumpukan batu persegi.

Situs itu berada di perbukitan Gunung Plana tepatnya Grumbul Kepyar desa Ponjen.

Keberadaab situs itu belum banyak mengetahui. Karena untuk menuju ke lokasi situs membutuhkan waktu 45 menit.

Akses yang dilewati hanya jalan pematang sawah untuk mencapai ke lokasi perbukitan tersebut.

Kepala Desa Ponjen, Romidi menuturkan situs diduga candi telah lama ditemukan oleh masyarakat setempat.

Banyak versi yang diyakini masyarakat mengenai candi tersebut.

"Ada yang menyebut candi itu dibuat di situ tapi belum jadi sudah ketahuan akhirnya tidak jadi.

Ada juga yang bilang pembangunan candi itu untuk menyuplai pembangunan candi lain," tutur dia,Sabtu (11/1).

Menurut dia, keberadaan candi tersebut belum banyak mengetahui.

Namun demikian pihaknya agar keberadaan batu tersebut diteliti lebih lanjut.

"Saya belum bersurat Balai Penelitian Cagar Budaya (BPCB) Jateng. Setelah ini saya akan bersurat agar bisa diteliti. Sekarang baru dalam tahap pembersihan, " tutur dia.

Ia menyebut situs diduga candi tersebut berupa batu berwujud balok panjang. Namun demikian batu berwujud balok panjang harus dibuktikan secara ilmiah.

"Masih simpang siur jadi harus diteliti lagi," kata dia.

Sementara bagian perlindungan Balai Penelitian Cagar Budaya (BPCB) Jateng, Muhammad Junawan mengatakan hasil koordinasi dengan Dinas Kebudayaan Purbalingga situs diduga candi pernah ditinjau oleh Balai Arkeologi (Balar) Yogyakarta.

Hasil penelitian Balar tumpukan batuan tersebut menyatakan bahwa situs diduga candi merupakan proses geologis.

"Hasil foto-foto yang dikirim saya setuju kalau itu merupakan merupakan proses geologis," kata dia.

Dikatakannya, ciri-ciri jika situs dinyatakan candi harus terdapat bekas pengerjaan.

Kemudian ditemukan bekas pahatan maupun tatahan di lokasi candi.

"Selain itu harus ada bentuk-bentuk yang dimaksud candi yaitu bentuk denah, komponen sudut, bagian kaki, atap. Kalau itu candi, " jelasnya.

Ia menuturkan jika diminta untuk meninjau maka akan berkoordinasi dengan Balar. Pihaknya menunggu hasil penelitian dari Balar. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved