Jumat, 1 Mei 2026

Bermain Ponsel Saat Sedang Hujan, Warga Tegal Tersambar Petir dan Meninggal Dunia.

Hujan disertai petir yang mengguyur wilayah Kabupaten Tegal pada Sabtu (11/1/2020) memakan korban jiwa di Adiwerna Kabupaten Tegal

Tayang:
Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: Rival Almanaf
Istimewa
Foto korban, Muhamad Tegar Yuniarto (14), sesaat setelah tersambar petir di dalam rumah nya yang beralamat di Desa Pagedangan, RT 25/RW 03 Kecamatan Adiwerna, kabupaten Tegal, Sabtu (11/1). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SLAWI - Hujan disertai petir yang mengguyur wilayah Kabupaten Tegal pada Sabtu (11/1/2020) menorehkan duka bagi pasangan suami isteri Muhamad Rido dan Sulastri, warga Desa Pagedangan, RT 25/RW 03 Kecamatan Adiwerna, kabupaten Tegal.

Hal tersebut, karena anak mereka Muhamad Tegar Yuniarto (14), meninggal dunia disebabkan tersambar petir saat sedang bermain handphone di dalam rumah dengan keadaan ponsel masih dicharger.

Mendapat laporan tersebut, kepolisian setempat langsung mendatangi TKP dan melakukan pemeriksaan ke beberapa saksi.

Saat dihubungi Tribunjateng com, Kapolsek Adiwerna, AKP Sehroni, membenarkan adanya kejadian tersebut.

Adapun saat ini, korban sudah dimakamkan oleh pihak keluarga, dan keluarga korban sudah menerima kejadian ini dengan ikhlas karena sudah takdir dari Tuhan.

Warga Ponjen Purbalingga Temukan Situs Diduga Candi, Pernah Ditinjau Balai Arkeologi

5 Harta Karun Perang Dunia II Paling Legendaris, Termasuk Kereta Emas Nazi, Penemunya Bakal Kaya

Foto korban, Muhamad Tegar Yuniarto (14), sesaat setelah tersambar petir di dalam rumah nya yang beralamat di Desa Pagedangan, RT 25/RW 03 Kecamatan Adiwerna, kabupaten Tegal, Sabtu (11/1).
Foto korban, Muhamad Tegar Yuniarto (14), sesaat setelah tersambar petir di dalam rumah nya yang beralamat di Desa Pagedangan, RT 25/RW 03 Kecamatan Adiwerna, kabupaten Tegal, Sabtu (11/1). (Istimewa)

"Saya membenarkan kejadian tersebut, untuk saat ini korban sudah dimakamkan oleh pihak keluarga."

"Maka saya mengimbau kepada masyarakat untuk tidak menggunakan handphone apalagi dalam keadaan dicharger saat sedang hujan disertai petir," tutur Sehroni, pada Tribunjateng.com, Minggu (12/1/2020).

Adapun kronologi kejadiannya, sesuai penuturan Sehroni, pada Sabtu (11/1/2020) sekitar pukul 17.20 WIB, korban bersama kedua orangtuanya berada di dalam rumah karena saat itu turun hujan disertai petir.

Saat itu korban sedang bermain handphone miliknya sambil dicharger di ruang tengah rumah.

Sedangkan kedua orangtua korban ada di dalam kamar bersama adik korban.

Tidak berapa lama terdengar suara petir menyambar cukup keras, sehingga kedua orangtua korban keluar dari kamar.

Pada saat keluar dari kamar mereka melihat korban sudah terkapar sambil memegang handphone di dada dalam posisi masih dicharger.

Satu Keluarga Dibantai Secara Keji di Banyumas, Terbongkar 5 Tahun Kemudian, Ini Pengakuan Pelaku

Cerita Lika-Liku Ruben Onsu Jadikan Betrand Peto sebagai Anak Angkat

Foto korban, Muhamad Tegar Yuniarto (14), sesaat setelah tersambar petir di dalam rumah nya yang beralamat di Desa Pagedangan, RT 25/RW 03 Kecamatan Adiwerna, kabupaten Tegal, Sabtu (11/1).
Foto korban, Muhamad Tegar Yuniarto (14), sesaat setelah tersambar petir di dalam rumah nya yang beralamat di Desa Pagedangan, RT 25/RW 03 Kecamatan Adiwerna, kabupaten Tegal, Sabtu (11/1). ((ISTIMEWA) dokumentasi Humas Polres Adiwerna.)

Orangtua korban langsung menolong dengan terlebih dahulu mencabut charger dari stop kontak, dan kemudian membawa korban ke dokter untuk diberikan pertolongan, namun ternyata nyawa korban sudah tidak tertolong.

Setelah petugas kesehatan dari RSUD Kardinah, Kiswoyo, melakukan pemeriksaan tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan, hanya terdapat luka lecet bekas terbakar atau tersengat listrik di depan dada korban. (dta)

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved