Video Pabrik Gula Kalibagor Disulap Menjadi Pabrik Garmen
Pabrik gula Kalibagor, Kabupaten Banyumas sudah terkenal sebagai salah satu bangunan peninggalan jaman belanda
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: Abduh Imanulhaq
TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS - Berikut ini video pabrik gula Kalibagor disulap menjadi pabrik garmen
Pabrik gula Kalibagor, Kabupaten Banyumas sudah terkenal sebagai salah satu bangunan peninggalan jaman belanda.
Bangunan yang berdiri sejak 1938 masih berdiri kokoh dengan gaya arsitektur yang khas.
Namun, saat ini bangunan pabrik gula Kalibagor sudah disulap menjadi pabrik garmen yang memproduksi berbagai macam produk bahan seperti celana.
Pabrik tersebut saat ini dikelola oleh PT Sansan Saudaratex Jaya, asal Jawa Barat.
Support Manager PT Sansan Saudaratex Kaya, Hasanudin, mengatakan jika pihaknya mempekerjakan kurang lebih 160 orang.
"Kita setiap bulan selalu melakukan rekrutmen karyawan dan melakukan pelatihan selama 2 minggu."
"Semua pekerja rata-rata dari nol dan mereka adalah lulusan SMK," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (7/1/2020).
Luas area pabrik sendiri kurang lebih adalah 13 ribu meter persegi.
Pabrik tersebut sudah mulai beroperasi pada Oktober 2019 yang lalu.
"Kita sementara rata-rata produksi, itu sekitar 75 pieces perjam. Kurang lebih sehari bisa 1.000 pieces."
"Sebenarnya dengan model seperti itu bisa menghasilkan 150 pieces perjam. Karena semua yang ada disini masih baru, sehingga baru setengahnya saja" katanya.
Semua pekerja juga mengandalkan orang-orang asli Banyumas.
Dalam mendirikan pabrik tersebut, pihaknya selalu mematuhi peraturan dan persyaratan.
Pada April 2020 target bisa mencapai 12 line yaitu sekitar 500 sampai 600 orang pekerja.
Jika sudah full sampai 20 line, maka pekerjanya bisa mencapai 1.500 orang.
Terkait dengan pangsa pasarnya sendiri tergantung dari tim marketing yang bekerja.
"Kita di sini hanyalah unit produksi, kalau lokal atau ekspor bagi kita sama saja, karena kualitasnya persis harus sama," tambahnya.
Sementara itu, Bupati Banyumas, Achmad Husein mengapresiasi keberadaan pabrik garmen tersebut.
Bupati mengatakan jika kurang lebih empat tahun membujuk investor tersebut untuk mau investasi di bekas pabrik Kalibagor tersebut.
Lamanya proses menggaet investor dipengaruhi oleh banyak pertimbangan seperti mahalnya harga tanah.
"Ada anggapan bahwa di Banyumas kebanyakan adalah pekerja priyayi, bukan pekerja pabrik, dan lambat."
"Setelah dibuka pabrik garmen, ternyata tidak dan banyak pekerja asli Banyumas," ujar bupati.
Sebagai upaya meningkatkan investasi, bupati juga sudah bertemu dengan 20 orang pengusaha garmen.
"Kita akan buat kawasan industri garmen di Kabupaten Banyumas, tepatnya di blok Sekti, di Desa Randegan, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas," imbuhnya.
Menurut bupati pabrik industri garmen di Kalibagor sebagai langkah awal menarik investor.
Sebab kedepan salah satu tawaran utamanya adalah rencana pembuatan kawasan industri.
Jika ada kawasan industri ada pula fasilitas dengan sewanya murah pasti investor akan tertarik.
Rencana pembuatan kawasan industri tersebut sudah pada tahap pembicaraan dengan kementerian perindustrian.
"Tantangannya adalah saya harus melakukan pembebasan jalan masuk, kurang lebih diakhir tahun ini, kemudian pembangunan mulai tahun depan," ungkapnya.
Kawasan industri garmen Blok Sekti direncanakan akan memiliki kurang lebih luas 40 hektar.
Bupati memastikan bahwa para investor yang akan investasi di Banyumas akan dipermudah proses perizinannya.