Didatangi Polisi di Rumahnya, Pemuda yang Mandi Keramas sambil Mengendarai Motor di Kebumen Curhat
Ada yang bertugas merekam, menjadi model, bertugas membawa ember, hingga menentukan tempat pengambilan videonya
TRIBUNBANYUMAS.COM, KEBUMEN - Aksi pemuda Kebumen mandi di jalan sembari mengendarai sepeda motor akhirnya berbuntut panjang.
Bukan hanya dibully oleh warganet di media sosial karena ulahnya, pemuda itu pun harus berurusan dengan polisi.
Sat Lantas Polres Kebumen bertemu dengan remaja pemeran dalam video mandi keramas di atas sepeda motor yang viral beberapa waktu lalu.
Remaja itu diketahui berinisial AR (16) warga Desa Kebulusan Kecamatan Pejagoan Kebumen, yang ternyata masih duduk di bangku sekolah, sebuah SMK swasta di Kebumen.
Saat polisi mendatangi rumah orang tuanya dan bertemu dengan AR, ia mengaku menyesal telah membuat video itu.
Ia pun berjanji tidak akan mengulanginya lagi.
Penyesalan itu disaksikan langsung oleh tokoh masyarkat desa setempat dan orang tua AR,
Rupanya dalam pembuatan video berdurasi 26 detik yang diunggah oleh akun facebook Wahyudi Boement pada 9 Desember 2019 pukul 18.46 WIB lalu, AR tidak sendiri.
Ia dibantu 3 teman lainnya dalam pembuatan video itu.
Ada yang bertugas merekam, menjadi model, bertugas membawa ember, hingga menentukan tempat pengambilan videonya.
Dijelaskan Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan, Sat Lantas telah bertemu dengan semua pemeran dalam video itu.
"Setelah video itu viral, kami melakukan penyelidikan siapa pemerannya. Selanjutnya kita dapati informasi, itu adalah warga Kebulusan Pejagoan," jelas Kapolres, Rabu (1/1/2020).
Kepada polisi, AR mengaku hanya ikut-ikutan membuat video mandi di atas motor yang tengah viral di Medsos.
Namun, video yang niatnya untuk kepentingan pribadi malah tersebar luas melalui Medsos.
Ia mengaku merasa takut dengan viralnya video itu.
Warganet yang melihat videonya di medsos bukannya simpatik atau menganggapnya sekedar lucu-lucuan.
Warganet justru membully aksi AR.
Dalam pembuatan video itu, orangtua AR mengaku tidak tahu jika sepeda motor yang dibawa anaknya tanpa izin akan digunakan untuk lucu-lucuan.
"Aksi seperti ini sangat tidak baik dicontoh.
Adegan seperti itu sangat berbahaya untuk diri sendiri ataupun orang lain.
Apalagi itu dibuat di jalan umum," ungkap Kapolres.
Beruntung pemuda itu tidak dikenai sanksi hukum yang berat.
Dengan melakukan klarifikasi, dan membuatkan surat pernyataan bermaterai.
Sat Lantas Polres Kebumen memilih bijak dalam mengambil keputusan.
Sat Lantas juga memberikan pembinaan kepasa mereka untuk tidak mengulanginya lagi,
Sanksi sosial dari warganet dan ungkapan penyesalannya menjadi pertimbangan baik dari Sat Lantas Polres Kebumen sehingga kasusnya tidak naik ke ranah hukum.
Ada sisi edukasi yang diterapkan dalam penindakan oleh Sat Lantas Polres Kebumen.
Kepada warga Kebumen, Kapolres mengimbau untuk tidak meniru perbuatan AR dan teman-temannya.
Ia juga berpesan untuk stop membully AR, agar fokus dalam belajar di sekolah.
Sebelumnya, diberitakan video viral remaja laki-laki hanya mengenakan celana merah selutut mengendarai motor bebek Suzuki Shogun.
Aksi dilakukan pada malam hari, saat jalanan sepi diduga melintas Jembatan Pelangi Pejagoan.
Dia mandi di atas motor, berbekal satu ember hitam berisi air yang dijepit dengan kedua pahanya.
Sebuah gayung dipakai untuk mengguyur tubuhnya sembari keramas. Sementara temannya bertugas merekam aksi yang konyol itu.
(*)